Tag Archives: al Qur’an

Defenisi dan Nama-nama Al-Quran

Defenisi dan Nama-nama Al-Quran

 Di antara kemurahan Allah kepada manusia bahwa Dia tidak saja memberikan sifat (fitrah) yang bersih yang dapat membimbing dan memberi petunjuk bagi mereka ke arah kebaikan, tetapi juga dari waktu ke waktu Dia mengutus seorang Rasul kepada manusia dengan membawa al kitab dari Allah dan menyuruh mereka beibadah hanya kepada Allah saja. Menyampaikan kabar gembira dan memberikan peringatan, agar yang demikian menjadi bukti bagi manusia.

 

`Selaku rasul-rasul pembawa berita gembira dan pemberi peringatan agar supaya tidak ada alasan bagi manusia membantah Allah sesudah diutusnya rasul-rasul itu. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana`.( An-Nisa`: 165 )

Perkembangan dan kemajuan berpikir manusia senantiasa disertai dengan wahyu yang sesuai dan dapat memecahkan problem-problem yang dihadapi oleh kaum setiap Rasul saat itu. Sampai perkembangan itu mencapai kematangannya. Allah menghendaki agar risalah Muhammad muncul dipermukaan bumi ini. Maka diutuslah beliau di saat manusia sedang mengalami kekosongan para Rasul, untuk menyempurnakan ` bangunan` saudara-saudara pendahulunya ( para rasul ) dengan syriatnya yang universal dan abadi serta dengan kitab yang diturunkan kepadanya, yaitu al-quranl karim.

 

`Perumpamaan aku dengan nabi sebelum aku adalah bagaikan orang yang membangun sebuah rumah, dibuat dengan baik dan diperindahkanya rumah itu, kecuali letak sebuah bata disudutnya. Maka orang-orang pun mengelilingi rumah itu, mereka mengaguminya dan berkata: seandainya bukan karena satu batu bata ini, tentulah rumah itu sudah sempurna. Maka akulah batu bata itu, dan akulah penutup para nabi.` .

 

Qur`an adalah risalah Allah kepada manusia semuanya, banyak nash yang menunjukkan hal itu, baik di dalam qur`an maupun di dalam sunnah.

 

`Katakanlah: `Hai manusia sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua`,( Al A`raf :158 ).

 

`Maha suci Allah yang telah menurunkan Al Furqaan kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam , Maha suci Allah yang telah menurunkan Al Furqaan kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam`,( Al-Furqan : 1 )

 

`Setiap nabi diutus kepada kaumnya secara khusus, sedang aku diutus untuk segenap manusia,` .

 

Sesudah Muhammad saw. Tidak akan ada lagi kerasulan lain.

 

`Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu , tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi`.(Al Ahzab : 40 ).

 

Maka tidaklah aneh apabila quran dapat memenuhi semua tuntutan kemanusiaam berdasarkan asas-asas pertama konsep agama samawi.

 

`Dia telah mensyari`atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu : `Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya`.( Asyuraa: 13 ).

 

Rasulullah SAW juga telah menantang orang-orang arab dengan quran, padahal quran diturunkan dengan bahasa mereka dan mereka pun ahli dalam bahasa itu dan retorikanya. Namun ternyata mereka tidak mampu membuat apapun seperti quran, atau membuat sepuluh surah saja, bahkan satu surah pun sepertu quran. Maka terbuktilah kemukjizatan quran dan terbukti pula kerasulan Muhammad. Allah telah menjaga kerasulannya da menjaga pula penyampaiannya yang beruntun. Tentang jibril yang membawa quran itu diantaranya dilukiskan :

 

`Dia dibawa turun oleh Ar-Ruh Al-Amin`,( Asyuraa : 193 ).

 

Dan diantara sifat quran dan sifat orang yang diturunkan kepadanya quran itu adalah :

 

`Sesungguhnya Al Qur`aan itu benar-benar firman utusan yang mulia , yang mempunyai kekuatan, yang mempunyai kedudukan tinggi di sisi Allah yang mempunyai `Arsy, yang dita`ati di sana lagi dipercaya. Dan temanmu itu bukanlah sekali-kali orang yang gila. Dan sesungguhnya Muhammad itu melihat Jibril di ufuk yang terang. Dan dia bukanlah orang yang bakhil untuk menerangkan yang ghaib`.(at-taqwir : 19-24 ).

 

`Sesungguhnya Al-Quraan ini adalah bacaan yang sangat mulia, Sesungguhnya Al-Quraan ini adalah bacaan yang sangat mulia, tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan`.(al waqiah :77-79 ).

 

Keistimewaan yang demikian ini tidak dimiliki oleh kitab-kitab yang terdahulu, karena kitab-kitab itu diperuntukkan bagi satu waktu tertentu, maka benarlah Allah dengan firman-Nya:

 

`Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur`an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya`.(al Hijr : 9 )

 

Risalah quran disamping ditujukan kepada manusia juga ditujukan kepada jin.

 

`Dan ketika Kami hadapkan serombongan jin kepadamu yang mendengarkan Al Qur`an, maka tatkala mereka menghadiri pembacaan lalu mereka berkata: `Diamlah kamu `. Ketika pembacaan telah selesai mereka kembali kepada kaumnya memberi peringatan. Mereka berkata: `Hai kaum kami, sesungguhnya kami telah mendengarkan kitab yang telah diturunkan sesudah Musa yang membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya lagi memimpin kepada kebenaran dan kepada jalan yang lurus. Hai kaum kami, terimalah orang yang menyeru kepada Allah dan berimanlah kepada-Nya, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa kamu dan melepaskan kamu dari azab yang pedih`.( al-Ahqaf : 29-31 ).

 

Dengan keistimewaan itu Quran dengan memecahkan problem-problem kemanusiaan diberbagai segi kehidupan, baik rohani, jasmani sosial, ekonomi maupun politik dengan pemecahan yang bijaksana, karena ia diturunkan oleh yang Maha Bijaksana dan maha terpuji. Pada setiap problem itu Quran meletakkan sentuhan yang mujarab dengan dasar-dasar yang umum yang dapat dijadikan landasan untuk langkah-langkah manusia, dan yang sesuai pula buat setiap zaman. Dengan demikian Quran selalu memperoleh kelayakannya disetiap waktu dan tempat, karena Islam adalah agama yang abadi. Alangkah menariknya apa yang dikatakan oleh seorang juru dakwah abad ke 14 ini:

 

`Islam adalah suatu sitem yang lengkap, ia siap mengatasi setiap segala gejala kehidupan, ia adalah negara dan tanah air, atau pemerintah dan bangsa, ia adalah moral dan potensi atau rahmat dan keadilan. Ia adalah pengetahuan dan undang-undang atau ilmu dan keputusan. Ia adalah materi dan kekayaan, atau pendpatan dan kesejahteraan. Ia adalah jihad dan dakwah atau tentara dan ide. Begitu pula ia adalah aqidah yang benar dan ibadah yang sah.`

 

Manusia yang kini tersiksa hati nuraninya dan ahlaknya sudah rusak, tidak mempunyai pelindung lagi dari kejatuhannya kejurang kehinaan selain dari pada Quran. `Allah berfirman: `Barangsiapa yang mengikuti petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka. Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta`.( Taha : 123-124 ).

 

Kaum muslimin sendirilah yang membangun obor ditengah-tengah sistem-sistem dan prinsip-prinsip lain. Mereka harus menjauhkan diri dari segala kegemerlapan yang palsu. Mereka harus membimbing manusia yang kebingungan dengan Quran sehingga terbimbing kepantai keselamatan. Seperti halnya kaum muslimin dahulu mempunyai negara dengan mempunyai Quran, maka tidak boleh tidak pada masa kini pun mereka harus memiliki negara dengan Quran juga.

 

Definisi Quran

 

Qara`a mempunyai arti mengumpulkan dan menghimpun, dan qira`ah berarti menghimpun huruf-huruf dan kata-kata satu dengan yang lain dalam suatu ucapan yang tersusun rapih. Qur`an pada mulanya seperti qira`ah , yaitu masdar (infinitif) dari kata qara` qira`atan, qur`anan. Allah berfirman:

 

`Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah mengumpulkannya dan membacanya. Apabila Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya itu`. (Al;-Qiyamah :17-18).

 

Qur`anah berarti qiraatun (bacaannya/cara membacanya). Jadi kata itu adalah masdar menurut wazan (tashrif, konjugasi)`fu`lan` dengan vokal `u` seperti `gufran` dan `syukran`.Kita dapat mengatakan qara`tuhu , qur`an, qira`atan wa qur`anan, artinya sama saja.Di sini maqru` (apa yang dibaca) diberi nama Qur`an (bacaan); yakni penamaan maf`ul dengan masdar.

 

Qur`an dikhususkan nama bagi kitab yang diturunkan kepada Muhammad s.a.w, sehingga Qur`an menjadi nama khas kitab itu, sebagai nama diri. Dan secara gabungan nama itu dipakai nama qur`an secara keseluruhan, begitu juga untuk penamaan ayat-ayatnya. Maka jika kita mendengar orang yang membaca ayat al-Qur`an, kita boleh mengatakan bahwa ia sedang membaca Qur`an.

 

`Dan apabila dibacakan Al Qur`an, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat `. (al-Araf :204)

 

Sebagian ulama menyebutkan bahwa penamaan kitab ini dengan nama qur`an di antara nama-nama kitab Allah itu karena kitab ini mencakup inti dari kitab-kitab-Nya, bahkan mencakup inti dari semua ilmu.

 

Akan hari Kami bangkitkan pada tiap-tiap umat seorang saksi atas mereka dari mereka sendiri dan Kami datangkan kamu menjadi saksi atas seluruh umat manusia. Dan Kami turunkan kepadamu Al Kitab untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri` (an-Nahl:89).

 

Tiadalah Kami alpakan sesuatupun dalam Al-Kitab`(al-An`am : 38 ).

 

Sebagian ulama berpendapat bahwa kata Quran itu pada mulanya tidak berhamzah sebagai kata jadian, mungkin ia dijadikan sebagai suatu nama bagi kalam yang diturunkan kepada Nabi saw., dan bukanya kata jadian dari Qara`a atau mungkin juga karena ia berasal dari kata qarana asy-sya`ia bisy-syai`i yang berarti memperhubungkan sesuatu dengan yang lain, atau juga berasal dari kata qaraa`in ( saling berpasangan ) karena ayat-ayatnya satu dengan yang lain saling menyerupai. Dengan demiian maka huruf Nun itu asli. Namun pendapat ini masih diragukan. Yang benar ialah pendapat yang pertama.

 

Qur`an memang sukar diberi batasan dengan definisi-definisi logika yang mengelompokkan segala jenis, bagian-bagaian serta ketentuan-ketentuannya secara khusus, mempunyai genus, diferensia, dan propium, sehingga definisi qur`an mempunyai batasan yang benar-benar konkrit. Definisi untuk Qur`an yang konkrit ialah menghadirkannya dalam fikiran atau dalam realita seperti misalnya kita menunjuk sebagai Quran kepada yang tertulis didalam mushaf atau terbaca dengan lisan. Untuk itu kita katakan Quran adalah: Apa yang ada diantara dua jilid buku, atau kita katakan juga; Quran adalah bismillahirrahmanirrahim alhamdulillahirabbil alamin��sampai dengan minal jinnati wannas.

 

Para ulama menyebutkan definisi Quran yang mendekati makananya dan membedakannya dari yang lain dengan menyebutkan bahwa: `Quran adalah kalam atau firman Allah yang diturunkan kepada Muhamad saw. Yang pembacanya merupakan suatu ibadah`. Dalam deinisi `kalam` merupakan kelompok jenis yang meliputi segal kalam. Dan dengan menghubungkannya dengan Allah ( kalamullah ) berarti tidak semua masuk dalam kalam manusia, jin dan malaikat.

 

Dan dengan kata-kata `yang diturunkan` maka tidak termasuk kalam Allah yang sudah khusus menjadi milik-Nya.

 

`Katakanlah: Sekiranya lautan menjadi tinta untuk kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu `.(al-Kahfi: 109).

 

`Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut , ditambahkan kepadanya tujuh laut sesudah nya, niscaya tidak akan habis-habisnya kalimat Allah . Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana`.( Luqman: 27 ).

 

Dan membatasi apa yag diturunkan itu hanya `kepada Muhammad saw` Tidak termasuk yang diturunkan kepada nabi-nabi sebelumnya seperti taurat, injil dan yang lain.

 

Sedangkan `yang pembacanya merupakan suatu ibadah` mengecualikan hadis ahad dan hadis-hadis qudsi bila kita berpendapat bahwa yang diturunkan dari Allah itu kata-katanya -sebab kata-kata `pembacanya sebagai ibadah` artinya perintah untuk membecanya di dalam shalat dan lainnya sutau ibadah. Sedangkan qiraat ahad dan hadis-hadis qudsi tidak demikian halnya.

 

 

Nama dan Sifatnya

 

Allah menamakan Quran dengan beberapa nama, diantaranya:

 

  1. Qur`an

 

`Al Qur`an ini memberikan petunjuk kepada yang lebih lurus`.( al-Israa:9)

 

  1. Kitab

 

`Sesungguhnya telah Kami turunkan kepada kamu sebuah kitab yang di dalamnya terdapat sebab-sebab kemuliaan bagimu`.(al-Anbiyaa: 10)

 

  1. Furqan

 

Maha suci Allah yang telah menurunkan Al Furqaan kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam`,(al-Furqan: 1)

 

  1. Zikr

 

`Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur`an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya`.( al-Hijr :9)

 

  1. Tanzil

 

`Dan sesungguhnya Al Qur`an ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam`,(as-Syuaraa:192 ).

 

Quran dan alkitab lebih populer dari nama-nama yang lain. Dalam hal ini Dr. Muhammada Daraz berkata: ` ia dinamakan Quran karena ia `dibaca` dengan lisan, dan dinamakan al- kitab karena ia `ditulis` dengan pena. Kedua kata ini menunjukkan makna yang sesuai dengan kenyataannya`.

 

Penamaan Quran dengan kedua nama ini memberikan isyarat bahwa selayaknyalah ia dipelihara dalam bentuk hafalan dan tulisan. Dengan demikian, apa bila diantara salah satunya ada yang melenceng, maka yang lain akan meluruskannya, kita tidak dapat menyandarkan hanya dengan haflan seseorang sebelum hafalannya sesuai dengan tulisan yang telah disepakati oleh para sahabat, yang dinukilkan kepada kita dari generasi kegenerasi menurut keadaan sewaktu dibuatnya pertama kali. Dan kita pun tidak dapat menyandarkan hanya kepada tulisan penulis sebelum tulisan itu sesuai dengan hafalan tersebut berdasarkan isnad yang sahih dn mutawatir.

 

Dengan penjagaan yang ganda ini oleh Allah telah ditanamkan kedalam jiwa umat Muhammad untuk mengikuti langkah Nabi-Nya. Maka Quran tetap terjaga dalam benteng yang kokoh. Hal itu tidak lain untuk mewujudkan janji Allah yang menjamin terpeliharanya Quran seperti di firmankan-Nya :

 

`Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur`an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya`.(al-Hijr :9 ).

 

Dengan demikian Quran tidak mengalami penyimpangan, perubahan dan keterputusan sanad seperti terjadi pada kitab-kitab terdahulu.

 

Penjagaan ganda ini diantaranya menjelaskan bahwa kitab-kitab samawi lainnya diturunkan hanya untuk waktu itu, sedang Quran diturunkan untuk membetulkan dan menguji kitab-kitab yang sebelumnya. Karena itu Quran mencakup hakikat yang ada didalam kitab-kitab terdahulu dan menambahnya dengan tambahan yang dikehendaki Allah. Quran menjalankan fungsi-fungsi kitab-kitab sebelumnya, tetapi kitab-kitab itu tidak dapat menempati posisinya. Allah telah menakdirkan untuk menjadikannya sebagai bukti sampai hari kiamat. Dan apa bila Allah mengehndaki suatu perkara, maka Dia akan mempermudah jalannya ke arah itu. Karena Maha Bijaksana dan Maha Tahu. Inilah alasan yang paling kuat.

 

Allah telah melukiskan Quran dengan beberapa sifat, diantaranya ;

 

  1. Nur (cahaya ) :

 

`Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu. dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang`.(an-nisaa : 174 )

 

  1. Huda ( petunjuk ), Syifa` ( obat ), Rahmah ( rahmat ),dan Mauizah ( nasehat ) :

 

`Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman`.( Yunus : 57 ).

 

  1. Mubin ( yang menerangkan ) :

 

`Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan Kitab yang menerangkan`.( al-Maidah :15 ).

 

  1. Mubarak ( yang diberkati ) :

 

`Dan ini adalah kitab yang telah Kami turunkan yang diberkahi; membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya`.(al- An`am ;92 ).

 

  1. Busyra ( kabar gembira ) :

 

`Katakanlah: `Yang membenarkan apa yang sebelumnya dan menjadi petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang yang beriman`.(al-Baqarah :97 ).

 

  1. `Aziz ( yang mulia ) :

 

`Sesungguhnya orang-orang yang mengingkari Al Quraan ketika Al Quraan itu datang kepada mereka, , dan sesungguhnya Al Quraan itu adalah kitab yang mulia`.( Fushilat : 41 ).

 

  1. Majid ( yang dihormati ) :

 

`Bahkan yang didustakan mereka itu ialah Al Qur`an yang mulia`,( al-Buruuj ; 21 ).

 

  1. Basyr ( pembawa kabar gembira ) :

 

`Kitab yang dijelaskan ayat-ayatnya, yakni bacaan dalam bahasa Arab, untuk kaum yang mengetahui, yang membawa berita gembira dan yang membawa peringatan, tetapi kebanyakan mereka berpaling, tidak mau mendengarkan`.( Fushilat ; 3-4 )

Klik n Share https://www.30harihafalquran.com

Yayasan Quran Hamasah

Kisah Maryam di dalam Surat Ali Imran

Kisah Maryam di dalam Surat Ali Imran

Surat Ali Imran termasuk surat yang panjang (ada 200 buah ayat). Ali Imran adalah nama seorang lelaki yang keluarganya terpilih oleh Allah sebagai keluarga yang diberkati (yaitu keluarga Ali Imran). Nama Ali Imran diabadikan di dalam Al-Quran sebagai salah satu nama surat.

Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim dan keluarga ‘Imran melebihi segala umat (di masa mereka masing-masing), (3:33)

Ternyata maksud Allah memilih keluarga Ali Imran adalah karena dari pasangan suami istri ini lahir salah seorang wanita yang mulia dalam sejarah yaitu Maryam (atau Maria dalam Alkitab). Saya baru tahu kalau Maryam itu adalah putri Ali Imran.

Ketika Maryam masih di dalam kandungan, istri Imran bernazar akan “menyerahkan” anaknya itu kepada Allah sebagai Pemelihara agar kelak menjadi hamba yang soleh yang selalu berkhidmat di Baitul Maqdis (Yerussalem). Hal ini tertulis di dalam ayat ke-35 yang terjemahannya berbunyi:

(Ingatlah), ketika isteri ‘Imran berkata: “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku menazarkan kepada Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang saleh dan berkhidmat (di Baitul Maqdis). Karena itu terimalah (nazar) itu dari padaku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”. (3:35)

Ketika tahu anak yang dilahirkan itu adalah perempuan, istri Imran menamai anaknya Maryam, dan istri Imran meminta kepada Allah agar anaknya itu dipelihara oleh Allah dan melindunginya dari syetan.

Maka tatkala isteri ‘Imran melahirkan anaknya, diapun berkata: “Ya Tuhanku, sesunguhnya aku melahirkannya seorang anak perempuan; dan Allah lebih mengetahui apa yang dilahirkannya itu; dan anak laki-laki tidaklah seperti anak perempuan. Sesungguhnya aku telah menamai dia Maryam dan aku mohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau daripada syaitan yang terkutuk.” (3:36)

Allah menerima nazar istri Imran lalu mememrintahkan Zakaria sebagai pengasuh dan pemelihara Maryam. Menurut para ahli tafsir Nabi Zakaria itu adalah paman Maryam. Berarti benar ya keluarga besar Imran adalah keluarga yang diberkati karena keturunannya menjadi orang-orang sholeh (Imran, Maryam, Isa putera Maryam, Nabi Zakaria paman Maryam, dan Yahya putera Zakaria).

Maka Tuhannya menerimanya (sebagai nazar) dengan penerimaan yang baik, dan mendidiknya dengan pendidikan yang baik dan Allah menjadikan Zakariya pemeliharanya. (3:37)

Maryam tumbuh menjadi wanita yang kerjanya setiap hari hanya beribadah dengan berkhidmat kepada Allah di Rumah-Nya di Baitul Maqdis. Zakaria adalah “kuncen” Rumah Allah tersebut. Di sinilah Allah menurunkan Rahmat-Nya kepada Maryam. Setiap kali Zakaria menemui Maryam di mihrab, dia mendapati berbagai makanan yang lezat berada di samping Maryam. Dari manakah datangnya makanan itu? Setahu dia Maryam tidak pernah membawa makanan ke Rumah-Nya, Zakarilah yang selalu mengantarkan makanan kepada Maryam. Maryam menjawab bahwa makanan itu berasal langsung dari Allah, mungkin diturunkan dari langit atau melalui perantara malaikat-Nya.

Lanjutan ayat 37 di atas:

Setiap Zakariya masuk untuk menemui Maryam di mihrab, ia dapati makanan di sisinya. Zakariya berkata: “Hai Maryam dari mana kamu memperoleh (makanan) ini?” Maryam menjawab: “Makanan itu dari sisi Allah”. Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa hisab. (3:37)

Di dalam Surat Ali Imran juga dikisahkan bahwa Nabi Zakaria sudah tua tetapi belum juga dikarunia anak. Mungkin terinspirasi dari keponakannya, Maryam, yang menjadi ahli ibadah, Zakaria juga bermohon agar dirinya diberi keturunan.

Di sanalah Zakariya mendo’a kepada Tuhannya seraya berkata: “Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar do’a”. (3:38)

Ketika Zakaria sedang shalat di mihrab, berserulah malaikat Jibril kepadanya:

Kemudian Malaikat (Jibril) memanggil Zakariya, sedang ia tengah berdiri melakukan shalat di mihrab (katanya): “Sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kelahiran (seorang puteramu) Yahya, yang membenarkan kalimat (yang datang) dari Allah, menjadi ikutan, menahan diri (dari hawa nafsu) dan seorang Nabi termasuk keturunan orang-orang saleh”. (3:39)

Zakaria yang kaget mendapat wahyu dari malaikat Jibril merasa heran, bagaimana mungkin dia akan memperoleh anak seangkan sitrinya seorang yang mandul. Allah menjawab (melalui malaikat Jibril) hal itu mudah saja bagi-Nya, apapun yang Dia kehendaki maka akan terjadi (kun fayakun).

Zakariya berkata: “Ya Tuhanku, bagaimana aku bisa mendapat anak sedang aku telah sangat tua dan isteriku pun seorang yang mandul?”. Berfirman Allah: “Demikianlah, Allah berbuat apa yang dikehendaki-Nya”. (3:40)

Zakaria masih tetap belum yakin dia akan mempunyai anak, oleh karena itu dia meminta suatu tanda bahwa istrinya bakal mengandung. Allah mengatakan bahwa tanda-tanda istrinya mengandung adalah Zakaria tidak akan bisa berbicara selama tiga hari, kecuali pakai bahasa isyarat.

Berkata Zakariya: “Berilah aku suatu tanda (bahwa isteriku telah mengandung)”. Allah berfirman: “Tandanya bagimu, kamu tidak dapat berkata-kata dengan manusia selama tiga hari, kecuali dengan isyarat. Dan sebutlah (nama) Tuhanmu sebanyak-banyaknya serta bertasbihlah di waktu petang dan pagi hari”. (3:41)

Kelak anak yang lahir dari kandungan itu diberi nama Yahya dan menjadi Nabi yang ke-23 setelah Zakaria. Dari sini kita juga tahu bahwa Nabi Yahya semasa hidupnya dengan Maryam.

Kembali ke kisah Maryam tadi. Allah telah memilih Maryam sebagai wanita solehah yang dilebihkan dari wanita lain di dunia.

Dan (ingatlah) ketika Malaikat (Jibril) berkata: “Hai Maryam, sesungguhnya Allah telah memilih kamu, mensucikan kamu dan melebihkan kamu atas segala wanita di dunia (yang semasa dengan kamu). (3:42)

Sebagai bentuk ketaatan, Allah memerintahkan Maryam agar selalu menyembah Allah, selalu sujud dan rukuk kepada Allah bersama orang-orang lainnya lainnya yang menyembah Allah.

Hai Maryam, ta’atlah kepada Tuhanmu, sujud dan ruku’lah bersama orang-orang yang ruku’. (3:43)

Sampai suatu hari Allah akan memberikan suatu keajaiban yang tidak disangka-sangka bagi Maryam. Allah mengabarkan bahwa Maryam akan mengandung seorang anak lelaki yang namanya sudah ditentukan oleh Allah yaitu Isa Al Masih (atau Al Masih isa putera Maryam).

(Ingatlah), ketika Malaikat berkata: “Hai Maryam, seungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putera yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya Al Masih ‘Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah), (3:45)

Ketika masih bayi Isa kelak memiliki mukjizat yaitu sudah bisa berbicara dengan manusia:

dan dia berbicara dengan manusia dalam buaian dan ketika sudah dewasa dan dia adalah termasuk orang-orang yang saleh.” (3:46)

Maryam tentu saja merasa kaget, bagaiman mungkin dia akan mengandung, padahal dia belum menikah, dan dia belum pernah disentuh atau berhubungan dengan lelaki manapun. Tentu saja, karena Maryam kerjanya setiap hari hanyalah berkhidmat kepada Allah di Baitul Maqdis. Dia jarang keluar dari Rumah-Nya, apalagi bergaul dengan lelaki. Allah menjawab seperti kasus Nabi Zakaria di atas, bahwa hal itu mudah saja bagi-nya, kun fayakun, maka apapunyang Dia kehendaki pasti akan terjadi. Dialah Sllah SWT yang Maha Pencipta.

Maryam berkata: “Ya Tuhanku, betapa mungkin aku mempunyai anak, padahal aku belum pernah disentuh oleh seorang laki-lakipun.” Allah berfirman (dengan perantaraan Jibril): “Demikianlah Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Apabila Allah berkehendak menetapkan sesuatu, maka Allah hanya cukup berkata kepadanya: “Jadilah”, lalu jadilah dia. (3:47)

Kisah kelahiran Isa akan saya ceritakan pada tulisan yang lain. Allah memilih Isa sebagai Rasul-Nya, memberinya kitab Injil dan mengajarkannya kitab-kitab yang terdahulu yaitu Taurat dan zabur.

Dan Allah akan mengajarkan kepadanya Al Kitab, Hikmah, Taurat dan Injil. (3:48)

Allah mengutus Nabi Isa kepada Bani Israil. Kepada Bani Israil Nabi Isa menjelaskan tanda-tanda kenabiannya yaitu mukjizat menghidupkan burung dari tanah liat, menghidupkan orang mati, menyembuhkan orang buta dan berpenyakit kusta.

Dan (sebagai) Rasul kepada Bani Israil (yang berkata kepada mereka): “Sesungguhnya aku telah datang kepadamu dengan membawa sesuatu tanda (mu’jizat) dari Tuhanmu, yaitu aku membuat untuk kamu dari tanah berbentuk burung; kemudian aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan seizin Allah; dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahirnya dan orang yang berpenyakit sopak; dan aku menghidupkan orang mati dengan seizin Allah; dan aku kabarkan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu adalah suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu sungguh-sungguh beriman. (3:49)

Nabi Isa berkata kepada kaumnya bahwa dia membenarkan kitab-itab terdahulu yang telah diturunkan kepada Nabi Musa (Taurat) dan Nabi Daud (Zabur), lalu menghalalkan apa yang dahulu diharamkan.

Dan (aku datang kepadamu) membenarkan Taurat yang datang sebelumku, dan untuk menghalalkan bagimu sebagian yang telah diharamkan untukmu, dan aku datang kepadamu dengan membawa suatu tanda (mu’jizat) daripada Tuhanmu. Karena itu bertakwalah kepada Allah dan ta’atlah kepadaku. (3:50)

Lalu Nabi Isa meminta kaumnya agar menyembah Allah SWT sebagai jalan yang benar.

Sesungguhnya Allah, Tuhanku dan Tuhanmu, karena itu sembahlah Dia. Inilah jalan yang lurus”. (3:51)

~~~~~~~~~~

Demikianlah sekelumit kisah Maryam di dalam Surat Ali Imran. Kelak saya akan menceritakan dalam tulisan yang lain tentang kelahiran Nabi Isa a.s sesuai Firman Allah di dalam Al-Quran

klik & Share https://www.30harihafalquran.com

Yayasan Quran Hamasah

7 Alasan Mahar Nikah, Hafalan Surah Ar Rahman

7 Alasan Mahar Nikah, Hafalan Surah Ar Rahman
Menurut survey yang dilakukan oleh akhwat fillah bahwa setiap pernikahan para aktivis dakwah ternyata kebanyakan calon istrinya memilih surat Ar-Rahman sebagai mahar pernikahan. Betapa istimewanya surah Ar-Rahman, meskipun masih banyak surat-surat yang lain yang seperti surat an nur umpamanya atau surat lain yang lebih erat kaitannya dengan moment pernikahan.  Inilah beberapa alasan dari survey yang dilakukan para istri aktivis dakwah yang memilih surah Ar-Rahman sebagai mahar:
1. Ada yang mengatakan karena surah Ar-Rahman penuh dengan pertanyaan dari Allah tentang nikmat manakah lagi yang akan manusia dustakan. Karena pernikahan adalah menyempurnakan separuh din dan mungkin masih banyak akhwat yang  belum dikaruniakan Allah seorang pendamping, maka sebagai rasa bersyukur akan sebuah pernikahan, mahar surat Ar-Rahman rasanya sangat tepat sebagai pengingat supaya selalu mensyukuri nikmat Allah yang sangat banyak.
2. ada yang mengatakan karena ingin meringankan calon suami,karena kata Rosulullah bahwa sebaik-baik mahar itu yang memudahkan (meskipun si akhwat belum hafal ) jadi sepertinya mahar surat Ar-Rahman  bisa jadi solusi.
3. Alasan selanjutnya yang simple tapi lucu. Terinspirasi dari novelnya kang abik Ayat-Ayat Cinta.
4. Ada yang memang sangat menyukai surah Ar-Rahman yang bercerita tentang bidadari yang di pingit,bahkan ada akhwat yang mengatakan dia tidak mau di hargai dengan apapun,baik cincin,uang atau materi apapun sebagai mahar tapi dia akan sangat bahagia kalau dirinya dibeli dengan surah Ar-Rahman, Subhanalla.
5. surat Ar-Rahman ayatnya pendek-pendek dan juga diselingi dengan pertanyaan Allah akan nikmat-nikmatnya yang mana lagi yang kita ingkari,dan pengulangan kata-kata itu tidak terdapat pada surah yang lain,terdapat sekitar 31x pengulangan kata fa biayyi ‘alaa irobbikumaa tukazziban(maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?)
6. Alasan lain yang di terima akhwatfillah adalah akhwat memilih surah Ar-Rahman sebagai mahar untuk memotivasi hafalan Qur’an sang suami,karena ada bebrapa akhwat yang kadang membuat target berapa juz minimal hafalan calon pendampingnya,maka salah satu permintaannya mahar hafalan surah Ar-Rahman.
7. Alasan akhwat yang lain karena dalam surah Ar-Rahman Allah memberikan deskripsi tentang surga dan kenikmatannya,berupa buah-buahan,warna surga yang hijau juga bidadari yang sangat cantik disurga,yang katanya memotivasi para calon suami dan istri untuk senantiasa menjalankan roda rumahtangga dengan orientasi akhirat,yang akhwat terinspirasi menjadi istri terbaik yang menyaingi bidadari surga,yang ikhwannya terinspirasi berjihad tiada henti sampai syahid menjemput dan mendapatkan bidadari surga.
Terlepas dari semua alasan di atas, bagaimana seandainya akhwat minta mahar surat Al-Haqqoh. yang ayatnya pendek-pendek dan banyak menggambarkan kondisi akhirat,  tapi dari sisi kengeriannya alias neraka. jawabannya mungkin momennya kurang tepat karena para undangan akan menangis tersedu-sedu, maka kelembutan Allah yang menegur hamba-hambanya dalam surat Ar-Rahman mungkin bisa jadi merupakan inspirasi calon istri minta mahar hafalan surah Ar-Rahman. Jadi untuk para ikhwan, sudahkah anda hafal surah Ar-Rahman? Kalau belum mungkin baiknya undur dulu proposal anda karena survei membuktikan akhwat kebanyakan meminta hafalan surah Ar-Rahman sebagai mahar pernikahan mereka,dan hafalannya di bayar tunai di depan para undangan pernikahan. Sudahkah anda siap?
Yayasan Quran Hamasah