PENJELASAN TENTANG DAUROH TAHFIZH QURAN

DAUROH TAHFIZH QURAN

Al Qur’an diturunkan Allah melalui perantara malaikat Jibril as dengan turun secara berangsur-angsur kepada utusanNya Nabi Muhammad SAW. Apa yang menarik dan patut kita syukuri dalam peristiwa pertama turunnya wahyu? Mari kita telaah bagaimana kaitannya tarbiyah yang dicontohkan pada peristiwa turunnya Al Quran yang berkaitan dengan dasar dauroh Quran yang sekarang menjadi urgen untuk dilaksanakan. Apalagi akhir zaman seperti sekarang ini. 

Pertama kali Al-Qur’an diturunkan, diterimalah oleh Nabi Muhammad saat di Gua Hira. Malaikat Jibril menyampaikan wahyu pertama, yakni Surat Al-Alaq ayat 1-5. 

اِقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقَۚ ١ خَلَقَ الْاِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍۚ ٢ اِقْرَأْ وَرَبُّكَ الْاَكْرَمُۙ ٣ الَّذِيْ عَلَّمَ بِالْقَلَمِۙ ٤ عَلَّمَ الْاِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْۗ ٥

  1. Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan,
  2. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
  3. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Mahamulia,
  4. Yang mengajar (manusia) dengan pena.
  5. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.

Allah memerintahkan Nabi Muhammad untuk membaca. Namun, kondisi saat itu Nabi Muhammad buta huruf. Tidak bisa membaca sama sekali. Lalu, tetap Malaikat Jibril mengatakan, “Iqra’ Iqra’.” Hal ini menunjukkan bahwa membaca itu sangat penting. Membaca tidak hanya bermakna membaca tulisan, namun juga membaca keadaan, mengamati lingkungan sekitar, melihat apa yang terjadi, mempelajari alam semesta yang dilihat.

Dari gambaran tersebut di atas, tentu kita bisa ambil ibroh, bahwa jibril datang langsung mentarbiyah, mentalaqi Rasulullah dimana Al Quran yang waktu awal turun itu tidak dipelajari mandiri melainkan lewat mulazamah langsung dengan guru, yakni kalau rasulullah gurunya langsung malaikat Jibril. Sedangkan kita di akhir zaman seperti sekarang ini, penting untuk bermulazamah langsung dengan guru yakni jika dilihat dari gambaran di atas yaitu dauroh Quran dimana para pembelajar al Quran mengkhususkan waktu dan tempatnya untuk berhadapan dengan guru yang mengajarkan Al uran sehingga proses penyerapan ayat ayat Al Quran tidak terganggu dengan urusan-urusan lain. 

 

Oleh : Ust. Zaenal Arifin

Written by 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *