I LOVE HAMASAH

I LOVE HAMASAH

VENI DWINTA

 

Hamasah. Satu kata beribu makna. Satu tempat, satu visi, satu tujuan. Di sini kami bertemu, di tempat yang sederhana namun indah dan bermakna. Bertemu banyak teman dari berbagai daerah. Awalnya memang menyedihkan karena harus berpisah dengan keluarga, namun Allah mempertemukan dengan begitu banyak adik, kakak, bahkan ibu. Keluarga kedua yang menguatkan diri ini selama di sini.

Tempat ini, karantina ini, ah, sulit dituliskan dalam kata-kata. Kumpulan orang yang menghabiskan waktunya demi Al-Quran, mau berjuang demi Al-Quran, bercinta dengan Al-Quran. Aku bahagia bisa mengenal hamasah. Langkah ini memang tidak mudah. Jalan ini tidak selamanya mulus, namun kami selalu punya Allah, punya Al-Quran. Tidak ada yang menempati motivasi utama selain ingin mendapat ridho dari Allah SWT dengan mengikuti karantina ini.

Keterlambatanku datang ke sini pada hari ke-6 membuatku sedikit iri melihat teman-teman sudah banyak memiliki hafalan, sedangkan aku belum menyetorkan apapun. Tidak semudah yang aku bayangkan. Menghafal Al-Quran itu memerlukan kesungguhan, sedikit saja salah fokus, maka akan merusak segalanya. Malas, sedih, bosan, jenuh, itu sudah biasa dirasakan di sini. Tapi itu hanya sementara, ada muhafizah yang selalu mengingatkan, memberi semangat dan memaksa untuk setoran (haha…).

HAMASAH…ALLAHU AKBAR!

Manjadi pribadi ayng lebih baik

Menjaga waktu tidak terbuang sia-sia

Mempererat ukhuwah islamiyah

Mendekatkan diri kepada Allah

Mendekatkan diri dengan Al-Quran

 

Semua itu aku dapatkan di sini, di tempat ini, bersama orang-orang ini. Semoga sejak awal kedatanganku di sini sampai hari kepulangan nanti, niat ini akan tetap lurus. Menghafal Al-Quran karena Allah, bukan untuk menyombongkan diri, bukan untuk mendapat gelar “hafidzah”, bukan untuk menarik perhatian lawan jenis, serta bukan untuk prestise dunia lainnya.

Semoga kegiatan ini akan terus ada, semoga orang yang menghafal Al-Quran akan terus meningkat, semoga apa yang kita hafal akan terus kita jaga sampai akhir hayat nanti. Semoga yang kita hafal tidak hanya kita hafal, namun juga kita realisasikan di kehidupan kita.

 

Venny Dwinta Nurikhwan – MAKASAR

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *