Mengapa KIita Harus Menghafal Quran?

Karantina Tahfidz Nasional 30 Hari Menghafal Quran Belitung www.30harihafalquran.com


Mengapa KIita Harus Menghafal Quran?



Berikut adalah lima alasan mengapa kita harus menghafal Quran:

Bisa membaca al-Qur’an itu keutamaan. Dan bisa menghafal al-Qur’an adalah lebih utama. Bisa memahami al-Qur’an itu adalah kewajiban. Dan paham ditambah hafal itu jauh lebih afdhal. Mengamalkan nilai-nilai al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari itu adalah tuntutan. Namun, mengamalkan karena termotivasi karena hafalan adalah lebih aman setiap saat.
Setidaknya itu yang harus kita renungkan sama-sama sebagai seorang muslim sejati. Ya, menghafal al-Qur’an merupakan suatu keniscayaan dalam kehidupan setiap muslim. Ia tidak akan bisa menerapkan Islam secara baik tanpa interaksi yang kuat dengan al-Qur’an sebagaimana para generasi sahabat dan salaf shaleh dahulu lakukan.
Untuk memotivasi kita agar bisa dekat al-Qur’an dan berjuang menghafalkan aya-ayatnya, maka setidaknya ada 16 alasan kenapa kita harus menghafal al-Qur’an:

1. Menghafal adalah landasan awal ketika Rasulullah menerima al-Qur’an dari malaikat Jibril alaihissalam. Allah berfirman dalam al-Qur’an:

بل هو آيات بينات فى صدور الذين أوتوا العلم

Artinya: “Bahkan al-Qur’an itu adalah ayat-ayat yang menjelaskan (terdapat) di dalam dada-dada orang-orang yang diberikan ilmu..”(QS al-Al-Ankabut: 49).

Sungguh, betapa indahnya ayat ini yang menjelaskan tentang agungnya aktifitas dada orang-orang yang menghafal ayat-ayat Allah swt. Allah mensifatkan bahwa mereka adalah orang-orang yang diberikan ilmu. Lalu, apakah ada yang disebut ilmu selain yang termuat dalam al-Qur’an al-Karim?!

Ayat di atas menjelaskan bahwa Dia akan memilih dari sekian hamba-hamba-Nya di muka bumi untuk kemudian dada akan dijadikan sebagai wadah bagi firman-firman-Nya. Sungguh ini merupakan keutamaan yang besar.

Malah ketika kita mau memperhatikan kekhususan yang diberikan kepada umat ini, – di mana dada para ulamanya penuh dengan al-Qur’an- kita semua pasti akan mengetahui berharganya menjadi para penghafal kitab-Nya.

2. Al-Qur’an adalah sumber dan muara semua sistem dan undang-undang umat ini.
Karena al-Qur’an ini adalah undang-undang kita selaku umat Islam, maka kita wajib untuk berhukum dengannya dan menjadikannya sebagai sumber hukum bagi orang lain. Darinya referensi bagi semua persoalan dan tasyri’ (perundang-undangan). Tidak ada persoalan yang kecil ataupun besar sekalipun melainkan dijelaskan secara jelas di dalamnya. Ini sebagaimana firman Allah dalam ayat-Nya:

ما فرطنا فى الكتاب من شيء

Artinya: “Tidaklah Kami berlebih-lebihan (dalam menjelaskan) di kitab ini sedikitpun..”
Dan firman-Nya:

وما كان ربك نسيا

Artinya: “Dan tidaklah Tuhanmu lupa.”

Al-Qur’an ini adalah cahaya yang dibawa umat untuk menerangi seluruh manusia agar risalahnya tersampaikan dengan menyeluruh, layaknya sebuah umat yang dilahirkan untuk manusia seluruhnya dan sebagai saksi atas mereka di dunia dan akhirat.

3. Menghafal al-Qur’an adalah fardhu kifayah.

Sebagian ahli ilmu menegaskan bahwa menghafal al-Qur’an itu merupakan kewajiban atas umat ini. Yang apabila telah dilakukan oleh sebagian kaum, maka akan terbebaslah kaum yang lain dari dosanya.

Badruddin Zarkasyi mengatakan: “Sahabat-sahabat kami mengatakan, “Belajar al-Qur’an itu
hukumnya fardhu kifayah. Dan kegiatan menghafalkannya adalah wajib atas umat ini.”

4. Menghafal al-Qur’an itu berarti meneladani Rasulullah saw.

Allah telah menjadikan Rasulullah saw, Muhammad sebagai teladan yang baik bagi umat ini. Dan menghafal al-Qur’an itu sendiri adalah bagian dari meneladani sunnah-sunnahnya. Itu dikarenakan Rasulullah selalu menghafalkannya, rajin membacanya dan disimak oleh malaikat Jibril as. Demikian pula, Rasulullah menyimakkannya kepada para sahabatnya dan para sahabatnya menyimakkan kepada beliau.

5. Menghafal al-Qur’an juga sama dengan meneladani para salaf sholeh.

Menghafal al-Qur’an di masa kanak-kanak dan masa muda adalah bagian mencontoh salaf sholeh, menapaki jejak mujahadah (kesungguhan) mereka dan menempuh contoh jalan hidayah Allah. Dahulu, salaf sholeh memulai menghafal al-Qur’an sebelum menghafal ilmu-ilmu lain dan memberikan perhatian lebih kepadanya sebelum kepada disiplin keilmuan lainnya. Tidaklah anda membaca tentang biografi para ulama dahulu melainkan engkau pasti akan membaca di dalamnya bahwa ia, “menghafal al-Qur’an dahulu lalu baru kemudian menuntut ilmu-ilmu keislaman lainnya.”

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *