Bagian dari Al Quran Yang Sulit Dihafalkan

Berikut adalah bagian Dari Al Quran Yang Sulit Dihafal 




– 1/4 terakhir dari juz 2, itu momok paling menakutkan

– juz 19 (mungkin yang dimaksud adalah surah asy-syu’ara)
– cerita tentang nabi-nabi di surah al-hijr
– juz paling sulit dari juz 1 sampai 10 adalah juz 5
– surah ash-shoffat di juz 23
– surah maryam
– surat yang ayatnya pendek-pendek
-ayat tentang perang, misal al-ahzab
– untuk ujian tiap 10 juz, yang paling sulit adalah bagian ke-2, yaitu juz 11-20
Kenapa mereka menganggapnya sulit / paling sulit? Ada beberapa sebab:
1. Karena lafalnya asing diucapkan mulut atau asing didengar telinga. Untuk mengatasinya: dibaca dan diulang saja terus menerus dengan memahami maknanya pula. Nanti lama-kelamaan ayat yang asing ini akan menjadi mudah seperti ayat lain. Cara lain: sering dengarkan murattal berulang-ulang pada halaman yang sulit tersebut. Dengan mendengar syekh yang betapa lancar dan mudahnya dalam mengucapkan, akan memotivasi kita untuk bisa lancar dan mudah mengucapkan sama seperti ayat yang sudah kita kenal lainnya.
2. karena sangat mirip (mutasyabihat). Solusinya: berikan tanda-tanda di mana titik perbedaan antara ayat tersebut dengan ayat yang mirip. Salah satu trik lain: tulis di sebelah pinggir mushaf, di surat mana dan ayat mana kita bisa menemukan ayat yang mirip tadi. Sehingga kita punya catatan ayat yang mirip di pinggir2 mushaf. Ini sangat berguna ketika ujian akhir nanti.
3. menurut pengalaman ana, ada perbedaan teknik antara menghafal ayat pendek dan ayat yang panjang. Menurut ana, ayat yang pendek memang lebih sulit dihafal dari ayat yang panjang (pada awalnya) tapi kalau dah tahu tekniknya, akan mudah, insya Allah biidznillah.. Bagaimana caranya? dengan menggabungkan berbagai metode: mengulang, menghitung, dan menulis. Kalau hafalan ayat panjang, jenis ingatan yang dominan adalah ingatan makna. Kalau hafalan ayat pendek, yang lebih dominan adalah ingatan pendengaran. Tapi masing2 orang tentu bisa berbeda dengan ana.
4. karena jarang dimuraja’ah. Inilah salah satu penyakit bagi orang yang menghafal qur’an. Barangkali bukan karena tidak mau muraja’ah, tapi karena kesibukan, karena malas, banyak pikiran atau yang lain. Kalau ini menimpa, ta’awudz dan istighfar sebanyak-banyaknya. Cara agar tidak melemah, adalah berusaha selalu berhubungan dengan al-qur’an di manapun berada, meski berjalan, bersepeda, menyapu, dll. Kalau memungkinkan dengan lisan, kalau tidak memungkinkan ya dengan hati.
Ayat yang pada awalnya kita anggap sulit, bisa menjadi salah satu ayat yang terkuat diingat oleh otak kita jika kita sering memuraja’ahnya. Artinya sulit pun menjadi mudah, bi idznillah.. Yuk kita coba! Ana sudah mencobanya.. Bagaimana dengan Anda?
Walaqod yassarnal-qur’aana lidz-dzikri fa hal min muddakir..
Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *