Kesan Mengikuti Karantina 30 Hari Menghafal Quran

DSCF7374 - CopyNama Saya Dudi Akasyah asal Jakarta usia 40 tahun, ada poin poin yang sangat berkesan saya dalam mengikuti program Karantina Nasional 30 Hari Menghafal Quran yang diselenggarakan oleh yayasan Desa Wisata Quran Hamasah. Diantaranya:

1. Ujian kesabaran. Saat menghafal ayat, menurut saya ada tiga tipe yaitu lancar, lambat(lemot), dan Heng(hang) saya meminjam istilah computer hhehe..
Yang paling saya suka adalah tipe yang lancar, sebaliknya yang paling tidak disukai adalah saat hang, yang disebabkan karena ga fokus, ayat yang masih asing. Untuk menghindari hang maka saya lebih memilih sabar. Itu bagi saya adalah jika tidak bisa menghafal cepat maka pelan-pelan. Jika tiak bisa setor satu halaman maka setorlah satu ayat atau tiga baris, itulah yang dinamakan sabar dalam menghafal
2. Ayat yang sulit dihafal oleh saya yaitu surat At-Thalaq. Saya setor hafalan sesuai kemampuan saya, terkadang ada ayat yang dari pagi sampai sore belum hafal-hafal. Setor 1 ayat(2 barispun terengah-engah), pada saat setorpun masih banyak yang salah. Tetapi kalau kita tetap menghafal ayat demi ayat insyaallah kita akan menemukan ayat-ayat yang mudah. Sya menamakannya dengan istilah Romantika Ayat
3. Kebersamaan saya dengan Al-Quran, saya ingin sekali berbagi kebahagiaan yang merata untuk saya, anak, ayah, ibu, saudara-saudara dan seluruh muslimin dan muslimat serta generasi saya. Harapan kedepannya semoga saya bisa mengamalkan Al-Quran dalam berbagai aspek kepentingan yang lebih luas, untuk kemaslahatan umat manusia. Jika saya istiqamah maka Al-Quran akan lebih dahsyat lagi berbagi kebahagiaanya. Di karantina ini harapan terbesar adalah saya bisa belajar Al-quran dan dapat terbuka lagi di masyarakat.
4. “ Ya Allah saya sangat berterimakasih sebab engkau telah memberi waktu emas dan hari-hari permat kepadaku. Waktu, hari, minggu, bulan yang bertahtakan berlian yang terpancarkan dari huruf, ayat, surat Al-quran yang kami baca dan kami hafalkan setiap harinya. Mudahkanlah hafalan kami ya Allah dan semoga ketika kembali ke masyarakat nanti saya lebih terbuka lagi dengan Al-quran baik menghafalkannya maupun mengamalkannya. Ya Allah mudahkanlah hidup kami untuk Al-quran, aamiin…
5. Satu hari penuh menghafal A-quran, berhari-hari menghafal Al-quran pasti akan menghasilkan hafalan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Bagi saya ketika telah selesai menghafalkan juz demi juz merupakan anugerah tersendiri. Sepertinya tak percaya, surprise, bahwa saya dapat hafal 5 juz, 7 juz dan mudahmudahan bisa seterusnya bertambah. Selama hidup saya, jangankan untuk menghafal memebacanya pun sangat jarang dilakukan. Rajin mengaji hanya ketika saya masih kecil, disaat belajar huruf demi huruf untuk baca tulis Al-Quran dan setelah itu tidak pernha lagi belajar Al-quran, Astaghfirullah… tapi kini disaat hari-hari ditemani Al-quran saya banyak mendapat hikmah, diantaranya saya dapat mengahafal Al-quran dan tekad untuk terus belajar Al-quran sepanjang hidup dan mengamalkannya.
6. Ada beberapa metode untuk mengfafal Al-quran, saya menyukai berbagai metode. Setiap orang dapat memiliki metode masing-masing yang dapat membantu mempermudah hafalan Al-quran. Salah satu metode yang saya gunakan adalah metode PHD(Penggaris Hafiz Dudi) alat peraganya berupa beberapa potong kertas. Prinsip utama dari PHD ini adalah “Fokus” dalam satu halaman tersebut yang terlihat hanya kata yang sedang hafal. Keuntungan dan kelemahan metode PHD
a. Keuntungan :
• Sekali lihat dapat langsung hafal
• Tidak perlu sering membaca dengan mulut sehingga tidak mudah serak
• Mengurangi beban psikis menghafal sebab PHD akan menuntun kata demi kata
• PHD mengajak kita untuk fokus kata demi kata dengan fokus yang mendalam
• Tatapan mata berfungsi seprti kamera atau scanner
• Setelah kita memakai PHD maka kita akan memperoleh hafalan baru
• Mampu menghalau kejenuhan
b. Kelemahan :
• Perolehan jumlah hafalan lebih lama, PHD itu pelan-pelan asal dapat hafalan
• Baris-baris yang dapat dihafal masing-masing 3 baris
• Butuh 2 tangan, satu untuk pegang mushaf dan satu lagi menggerakkan PHD sehingga kurang simple
Saya memakai PHD sampai saat ini sebab dengan metode tersebut saya atas izin Allah dapat terus setoran hafalan, meskipun pelan-pelan namuninsyaalah akan kesampaian hingga hafal 30 juz. Saya juga berharap mudah-mudahan nanti dapat metode baru yang makin enjoy dengan jumlah hafalan yang semakin maksimal. Selamat mencoba teman-teman metode PHD ! 
7. Untuk mengatasi jenuh biasanya saya shalat, keliling di seputar karantina, tidur jika ingin tidur. Yang membuat waktu banyak terbuang adalah ngobrol dengan teman-teman. Maka hindarilah ngobrol.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *