Teknik Sederhana Mengulang Hafalan Quran

Dalam sebuah hadist

يقال لصاحب القران اقرأ و ارتق و رتل كما كنت ترتل في الدنيا فإن منزلتك عند اخر أية تقرؤها -رواه أحمد

 ” Dikatakan kepada sahabat qur`an : Bacalah, naiklah, dan tartilkanlah sebagaimana engkau telah tartilkan di dunia karena sesungguhnya kedudukanmu ada di akhir ayat yang kamu baca”. ( HR. Ahmad)

Wisata Qurani Hamasah (Anak anak Kampong Batu Itam)

Nah yuk kita bahas teknik pengulangan yang sederhana.
Berikut adalah Contoh jika kita ingin menghafal salah satu surah dalam Al-Quran yang terdiri dari 25 ayat. Caranya adalah sebagai berikut.

1. Pehatikan ayat pertama dengan seksama kemudian bacalah dengan detil dan tartil. Lalu ulangi bacaan ayat tersebut sebanyak 25 kali. Saat mengucapkan untuk pertama kalinya, mungkin kamu akan terbata-bata. Akan tetapi saat pengulangan yang ke 25 inshaa Allah kamu sudah lancar mengucapkannya bahkan tanpa harus melihat lagi ayatnya. Yang kamu lakukan cukup membaca ayat tersebut secara berulang, dan ingat tidak usah di hafal.
2. Untuk ayat kedua, bacalah untuk awalan dengan tartil. Lalu ulangi sebanyak 25 kali, percis sama menggunakan metode yang pertama. Bila sudah selesai, maka gabungkan ayat pertama dan kedua. Jadi intinya bacalah ayat pertama sebanyak 25 kali, kemudian dilanjutkan dengan ayat kedua dan mengulanginya sebanyak 25 kali juga. Kemudia kembali baca ayat pertama digabungdengan ayat kedua sebanyak 25 kali.
3. Kemudian bacalah ayat ke tiga menggunakan metode yang sama sebanyak 25 kali. Jika telah selesai, maka gabungkanlah bacaan ayat pertama, kedua, dan ketiga lalu ulangi bacaannya sebanyak 25 kali.
4. Pada ayat ke empat, kamu tinggal mengulangi cara yang sama pada point ke tiga.
5. Begitupun pada ayat ke lima, lakukan hal yang sama seperti yang sudah dilakukan pada empat ayat sebelumnya. Hal yang perlu kamu perhatikan pada ayat ke lima, kamu simpan dulu hafalanmu dan jangan terlebih dahulu menambahnya lagi sebelum membaca 25 kali. Inshaa Allah dengan cara seperti ini hafalanmu akan semakin kuat. Nah ketika sudah kuat, barulah kamu melanjutkan hafalan ke ayat 6 sampai 25. Perlu diingat, setiap kelipatan ayat ke lima maka berhenti dulu sejanak, lakukan pengulangan bacaaan sampai hafalanmu itu kuat. Sebenarnya, tidak ada patokan ketika keliapatan lima ayat harus berhenti dulu, namun dari pengalaman kami, kelipatan lima cukup efisien dan mudah untuk dilakukan.

Dalam menghafal Al-Quran, JANGAN MENGGANTI-GANTI MUSHAF, saran saya gunakanlah mushaf dengan khot utsmani (itu lho standar Departemen Agama yang biasa dibawa sebagai oleh-oleh haji dari pemerntah Saudi Arabia). Ciri-cirinya: ‘ayat pojok’ (di pojok kiri bawah berakhir ayat, tidak terputus ke halaman berikutnya), per halamannya ada 15 baris. Siapapun pencetaknya, maka akan sama tampilannya. Covernya seperti yang di banner blog ini, tampilan isinya seperti gambar di atas.
Kenapa? Karena saat membaca dengan hafalan, selain kita mengingat kalimatnya, pasti kita mengingat letaknya dalam suatu halaman. Hal tersebut akan sangat membantu. Terus, kalau kita sedang ingin murojaah di suatu tempat, dan sedang tidak bawa Al-Quran yang biasa kita gunakan, tinggal cari saja al-qur’an dengan khot standar tersebut, tampilannya akan sama.

Mengapa KIita Harus Menghafal Quran?

Karantina Tahfidz Nasional 30 Hari Menghafal Quran Belitung www.30harihafalquran.com


Mengapa KIita Harus Menghafal Quran?



Berikut adalah lima alasan mengapa kita harus menghafal Quran:

Bisa membaca al-Qur’an itu keutamaan. Dan bisa menghafal al-Qur’an adalah lebih utama. Bisa memahami al-Qur’an itu adalah kewajiban. Dan paham ditambah hafal itu jauh lebih afdhal. Mengamalkan nilai-nilai al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari itu adalah tuntutan. Namun, mengamalkan karena termotivasi karena hafalan adalah lebih aman setiap saat.
Setidaknya itu yang harus kita renungkan sama-sama sebagai seorang muslim sejati. Ya, menghafal al-Qur’an merupakan suatu keniscayaan dalam kehidupan setiap muslim. Ia tidak akan bisa menerapkan Islam secara baik tanpa interaksi yang kuat dengan al-Qur’an sebagaimana para generasi sahabat dan salaf shaleh dahulu lakukan.
Untuk memotivasi kita agar bisa dekat al-Qur’an dan berjuang menghafalkan aya-ayatnya, maka setidaknya ada 16 alasan kenapa kita harus menghafal al-Qur’an:

1. Menghafal adalah landasan awal ketika Rasulullah menerima al-Qur’an dari malaikat Jibril alaihissalam. Allah berfirman dalam al-Qur’an:

بل هو آيات بينات فى صدور الذين أوتوا العلم

Artinya: “Bahkan al-Qur’an itu adalah ayat-ayat yang menjelaskan (terdapat) di dalam dada-dada orang-orang yang diberikan ilmu..”(QS al-Al-Ankabut: 49).

Sungguh, betapa indahnya ayat ini yang menjelaskan tentang agungnya aktifitas dada orang-orang yang menghafal ayat-ayat Allah swt. Allah mensifatkan bahwa mereka adalah orang-orang yang diberikan ilmu. Lalu, apakah ada yang disebut ilmu selain yang termuat dalam al-Qur’an al-Karim?!

Ayat di atas menjelaskan bahwa Dia akan memilih dari sekian hamba-hamba-Nya di muka bumi untuk kemudian dada akan dijadikan sebagai wadah bagi firman-firman-Nya. Sungguh ini merupakan keutamaan yang besar.

Malah ketika kita mau memperhatikan kekhususan yang diberikan kepada umat ini, – di mana dada para ulamanya penuh dengan al-Qur’an- kita semua pasti akan mengetahui berharganya menjadi para penghafal kitab-Nya.

2. Al-Qur’an adalah sumber dan muara semua sistem dan undang-undang umat ini.
Karena al-Qur’an ini adalah undang-undang kita selaku umat Islam, maka kita wajib untuk berhukum dengannya dan menjadikannya sebagai sumber hukum bagi orang lain. Darinya referensi bagi semua persoalan dan tasyri’ (perundang-undangan). Tidak ada persoalan yang kecil ataupun besar sekalipun melainkan dijelaskan secara jelas di dalamnya. Ini sebagaimana firman Allah dalam ayat-Nya:

ما فرطنا فى الكتاب من شيء

Artinya: “Tidaklah Kami berlebih-lebihan (dalam menjelaskan) di kitab ini sedikitpun..”
Dan firman-Nya:

وما كان ربك نسيا

Artinya: “Dan tidaklah Tuhanmu lupa.”

Al-Qur’an ini adalah cahaya yang dibawa umat untuk menerangi seluruh manusia agar risalahnya tersampaikan dengan menyeluruh, layaknya sebuah umat yang dilahirkan untuk manusia seluruhnya dan sebagai saksi atas mereka di dunia dan akhirat.

3. Menghafal al-Qur’an adalah fardhu kifayah.

Sebagian ahli ilmu menegaskan bahwa menghafal al-Qur’an itu merupakan kewajiban atas umat ini. Yang apabila telah dilakukan oleh sebagian kaum, maka akan terbebaslah kaum yang lain dari dosanya.

Badruddin Zarkasyi mengatakan: “Sahabat-sahabat kami mengatakan, “Belajar al-Qur’an itu
hukumnya fardhu kifayah. Dan kegiatan menghafalkannya adalah wajib atas umat ini.”

4. Menghafal al-Qur’an itu berarti meneladani Rasulullah saw.

Allah telah menjadikan Rasulullah saw, Muhammad sebagai teladan yang baik bagi umat ini. Dan menghafal al-Qur’an itu sendiri adalah bagian dari meneladani sunnah-sunnahnya. Itu dikarenakan Rasulullah selalu menghafalkannya, rajin membacanya dan disimak oleh malaikat Jibril as. Demikian pula, Rasulullah menyimakkannya kepada para sahabatnya dan para sahabatnya menyimakkan kepada beliau.

5. Menghafal al-Qur’an juga sama dengan meneladani para salaf sholeh.

Menghafal al-Qur’an di masa kanak-kanak dan masa muda adalah bagian mencontoh salaf sholeh, menapaki jejak mujahadah (kesungguhan) mereka dan menempuh contoh jalan hidayah Allah. Dahulu, salaf sholeh memulai menghafal al-Qur’an sebelum menghafal ilmu-ilmu lain dan memberikan perhatian lebih kepadanya sebelum kepada disiplin keilmuan lainnya. Tidaklah anda membaca tentang biografi para ulama dahulu melainkan engkau pasti akan membaca di dalamnya bahwa ia, “menghafal al-Qur’an dahulu lalu baru kemudian menuntut ilmu-ilmu keislaman lainnya.”

Menghafal Quran Modal Utamanya Adalah Kebersihan Hati

Menghafal Quran Modal Utamanya Adalah Kebersihan Hati

Tahukah kawan, pengamalan kami dalam berjuang menghafal Quran di Negeri Laskar pelangi memerlukan ketentraman hati. Karena ujian dalam menghafal Quran bukan hanya dari luar. Terdapat faktor-faktor internal yang selalu menantang di hati.
Maka tidak usah berkecil hati. Ingat lagi perjuangan kita di Awal. Ketika kita turun semangat, ingat lagi mengapa kita semangat di awal.

Karena sesuai janji Allah dalam Surat Al Qomar ayat 17 22 32 dan 40: “dan sungguh telah Allah mudahkan Al Quran untuk diingat, maka adakah orang yang mau mengambil Pelajaran?

Karantina Tahfidz Nasional 30 Hari Menghafal Quran Batch 3 Belitung

 

Karantina Tahfidz Nasional 30 Hari Menghafal Quran Batch 3 Belitung